GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK

Authors

  • Sinta Aprianti Institut Agama Islam At-Taqwa Bondowoso, Indonesia
  • Abdul Haq AS Institut Agama Islam At-Taqwa Bondowoso, Indonesia
  • Khoirul Ulum Institut Agama Islam At-Taqwa Bondowoso, Indonesia

Keywords:

Kepemimpinan Kepala Madrasah, Kedisiplinan Peserta Didik

Abstract

Pemimpin merupakan salah satu elemen yang terpenting dalam sebuah lembaga/organisasi yang tidak pernah luput dari kehidupan sosial. Pemimpin muncul karena adanya sifat manusia yang berbeda-beda, kemudian disatukan dan diarahkan dengan gaya kepemimpinannya. Kepemimpinan transformasional adalah sebuah konsep dalam manajemen dan kepemimpinan yang menekankan pada kemampuan pemimpin untuk membawa perubahan positif yang signifikan dalam organisasi atau kelompok, menginspirasi dan memotivasi anggota tim untuk mencapai tujuan bersama yang lebih tinggi. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskripptif kualitatif, sedangkan jenis penelitian ini adalah studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi. Teknik  analisis data yang digunakan yaitu analisis interaktif Miles, Habermen dan Saldana dengan tahapan meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; Kepemimpinan kepala madrasah dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik diwujudkan dalam bentuk pemberian motivasi, penegakan aturan yang ketat serta pembiasan bagi siswa; Pelaksanaan kepemimpinan kepala madrasah Al-Huda Tenggarang dengan menerapkan pembiasaan disiplin waktu, disiplin berpakaian, pembiasaan shalat dhuha dan dzuhur berjamaah serta pembiasaan cium tangan kepada guru setiap pagi dan hendak pulang. Adapun faktor pendukung dalam upaya peningkatan kedisilinan siswa ini adalah komitmen bersama semua pihak, kepatuhan para siswa serta Pendidikan dan pembinaan yang baik, adapun faktor penghambatnya adalah pemahaman orang tua siswa, cuaca yang kurang bersahabat, jiwa bermain anak-anak serta fasilitas yang masih kurang memadai.

Downloads

Published

2026-02-18